• Pembelajaran melalui pengalaman secara langsung sangat efektif bagi Anak2 Berkebutuhan Khusus.

      Nov 24, 2016

Blog

Tips Menjadi Guru Yang Disenangi Murid
Tips Menjadi Guru Yang Disenangi Murid

Oleh: Nurhavita S.Pd – Guru BKK pada SKh Bougenville. Menjadi guru memang susah-susah gampang. Apalagi banyak fenomena yang terjadi belakangan ini, guru dipenjarakan oleh wali murid karena hal sepele. Memang ada saja guru yang sangat killer, sehingga tidak disenangi oleh para siswanya. Pada dasarnya guru bertindak seperti itu hanya untuk mendisiplinkan siswanya. Hanya mungkin caranya saja yang belum benar.

Bagi Anda yang ingin menjadi guru idaman para siswa, ini ada beberapa tips yang wajib Anda simak.

Menjadi Teman

Jadilah teman terbaik untuk siswa yang sedang Anda didik, karena mereka juga membutuhkan kasih sayang di sekolah. Mungkin di rumah mereka mendapatkannya, tetapi di sekolahpun juga harus demikian. Menjadi teman bagi siswa merupakan cara ampuh agar anak mau mengikuti apa yang guru inginkan. Mendidik anak tidak harus selalu dengan kekerasan. Mendidik dengan kelembutan dan bertindak sebagai teman adalah cara yang ampuh menjadikan siswa hormat dengan gurunya.

Jadilah Orangtua

Jadilah orangtua mereka, dengan memperhatikan setiap gerak-gerik mereka. Setiap apa yang mereka lakukan Anda harus tahu, selama di sekolah tentunya. Sayangilah mereka seperti anak Anda sendiri.

Sabar

Sabar merupakan tingkatan ilmu yang wajib dimiliki guru, pasalnya tingkah laku anak berkebutuhan khusus sangat membuat guru naik darah secara drastis. Jika Anda ingin menjadi guru yang disenangi murid, anda wajib bersabar, setiap kali melihat tingkah laku siswa yang aneh-aneh.

Ketiga tips ini bisa Anda coba, semoga anak didik Anda selalu menyenangi dan menyayangi Anda seperti halnya Anda menyayangi mereka.

Jadikan Anak Sebagai Sahabat
Jadikan Anak Sebagai Sahabat

Oleh: Yayu Septia Oktaviani S.Pd – Guru BKK pada SKh Bougenville. Mendidik anak tidak selalu menunjukkan peran, bahwa “Saya adalah gurumu”. Kita mampu mendidik anak dengan cara yang nyaman, yaitu dengan cara menjadikan anak murid sebagai sahabat. Menjadikan murid sebagai sahabat merupakan cara terbaik dalam mendidik, karena anak-anak akan sangat leluasa dalam menyampaikan berbagai hal. Mereka juga tidak akan merasa takut dalam menyampaikan pendapatnya. Hasilnya, potensi anak akan semakin terbuka.

Berikut ini, beberapa cara / tips untuk menjadikan anak sebagai sahabat dalam mendidik anak:

Fokuslah pada kekuatan anak

Setiap anak mempunyai kemampuannya masing-masing. Jangan pernah memaksakan dan membandingkan anak-anak anda, karena hal ini akan menyakiti hatinya. Berikan dukungan dan beri semangat pada anak supaya ia mampu mengembangkan hal positif dalam dirinya. Tentunya yang patut diingat adalah, setiap anak mempunyai potensi yang berbeda-beda.

Berikan kesempatan untuk mengungkapkan isi hatinya

Peluklah mereka (anak didik) dan berikan kesempatan padanya untuk menyampaikan apa yang ada dalam hatinya. Mintalah bercerita tentang ayahnya, bundanya atau yang lainnya. Dengarkan dan berikan sambutan serta pelukan hangat padanya, agar mereka merasakan memiliki sahabat. Setelah itu tanggapi dengan baik apa yang sudah mereka ungkapkan.

Berikan rasa aman

Seorang sahabat tentunya akan memberikan perlindungan yang maksimal untuk sahabatnya yang lain. Begitu juga dalam mendidik anak, berikan rasa aman padanya. Lindungi semaksimal mungkin dari berbagai ancaman bahaya. Yakinkan padanya bahwa dia akan aman bersamamu (guru).

Sekolah Bukan Tempat Penitipan Anak
Sekolah Bukan Tempat Penitipan Anak

Oleh: Tuti Alawiyah S.Psi – Koordinator BKI pada Pusat Tumbuh Kembang Bougenville. Banyak orangtua beranggapan bahwa sekolahan seperti halnya tempat penitipan anak. Orangtua hanya mengantarkan dan menaruh anaknya di sekolah, setelah itu ditinggal. Jika dicermati secara mendalam, banyak orangtua yang tidak memahami arti sekolah. Sekolah merupakan tempat untuk mendidik anak menjadi lebih berkarakter dan mengembangkan potensinya agar menjadi apa yang dicita-citakan.

Bayang jika sekolah hanya menjadi tempat penitipan anak, sekolah hanya berperan menjaga anak-anak yang dititipkan oleh orangtua ke sekolah. Sehingga sekolah tidak mempunyai tanggungjawab atas tumbuh kembang anak. Pada kenyataannya tidak seperti itu, guru dituntut untuk mampu membuat anak menjadi pandai dan cerdas. Padahal hal itu sangat mustahil jika di rumahnya tidak diajar atau dididik kembali oleh orangtuanya.

Seharusnya orangtua juga memahami hal ini, sekolah merupakan tempat pendidikan. Sehingga orangtua juga harus mampu berperan di sekolah. Berperan di sekolah bukan berarti harus mengajar di sekolah. Berperan di sekolah bisa dilakukan setelah sekolah selesai, mengajarkan kembali apa yang telah guru lakukan, orangtua juga mampu mengajarkan tentang kepribadian, sopan santun, atau mengulang pembelajaran.

Mulai sekarang jika Anda sebagai orangtua, jangan menjadikan sekolah hanya tempat penitipan anak. Jadikan sekolah adalah tempat pendidikan untuk membuat anak menjadi lebih memiliki karakter. Apalagi jika yang dididik adalah anak berkebutuhan khusus, maka wajib hukumnya orangtua berperan dalam membangun karakternya di rumah.

Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus
Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus

Oleh: drg. Indah Triyanti, MM – Kepala Skh Bougenville, Tangerang Selatan. Setiap anak adalah istimewa, tidak ada perbedaan antara yang normal dan anak berkebutuhan khusus. Mereka (anak berkebutuhan khusus) seharusnya memiliki hak yang sama, hak sekolah ataupun bermain, hak untuk mendapatkan cinta dari kedua orangtua. Pada dasarnya anak berkebutuhan khusus juga layak mendapatkan apa yang menjadi haknya, seperti pendidikan.

Buktinya banyak anak berkebutuhan khusus mampu berprestasi ditingkat nasional maupun internasional. Bahkan, banyak yang sudah memiliki penghasilan sendiri, dari apa yang mereka kerjakan. Hal ini membuktikan bahwa, mereka mampu meraih prestasi melebihi anak-anak yang normal. Namun sayang, pendidikan yang seharusnya menjadi haknya, terkadang mereka tidak dapatkan. Karena sedikitnya sekolah yang menerima anak berkebutuhan khusus.

Mendidik anak berkebutuhan khusus, juga harus dengan pola ajar yang khusus. Pola ajar yang khusus ini seperti pola pendidikan inklusi, supaya mereka mendapatkan pengajaran dan penanganan yang lebih khusus.

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami kelainan atau penyimpangan (fisik, mental intelektual, sosial, emosional) dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan khusus (Identitas ABK dalam pendidikan inklusi, 2007).

Sehingga guru yang mengajarkan juga harus mempunyai keahlian secara khusus. Sebaiknya yang menjadi pendidik anak-anak berkebutuhan khusus merupakan seorang terapis. Selain mengajarkan sebuah ilmu pengetahuan, sang guru juga mampu melakukan terapi agar anak-anak mampu menemukan jati diri dan potensinya.